Warga Tegal Diminta Jadi Tuan Rumah yang Baik Untuk Wisatawan

Duta Wisata Kabupaten Tegal 2015
Duta Wisata Kabupaten Tegal 2015
Duta Wisata Kabupaten Tegal 2015 saat acara Sedekah Bumi di Guci di tahun 2015 kemarin

Kabupaten Tegal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menarik kedatangan wisatawan mancanegara. Karena itu, masyarakat diminta untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan mereka.

Pejabat Fungsional Bidang Tata Kelola dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata RI Sri Rahayu Budiarti menjelaskan, kepariwisataan merupakan salah satu sektor prioritas pembangunan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

“Jumlah wisatawan mancanegara pada 2015 yaitu 10,4 juta orang. Target pada 2019 sebanyak 20 juta orang. Adapun pada tahun ini, target kunjungan wisman yaitu 12 juta orang,” terang Sri Rahayu saat pencanangan Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di objek wisata pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Senin (22/8) kemarin.

Sri menguraikan, di tingkat Asia Tenggara, daya saing pariwisata Indonesia menempati peringkat keempat setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik bagi para wisatawan dengan menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan pariwisata dan mengaktualisasikan nilai-nilai sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan) dalam perilaku sehari-hari,” urainya.

Dari data 2011, jumlah wisatawan Nusantara di Kabupaten Tegal 1.878.415 orang dan wisatawan mancanegara 52 orang. Pada 2014, jumlah wisatawan Nusantara 1.854.489 orang dan wisatawan mancanegara bertambah menjadi 101 orang.

“Implementasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara,” lanjutnya.

Bupati Tegal, Enthus Susmono mangaku saat ini tengah berupaya mengintegrasikan destinasi-destinasi wisata yang dikelola masyarakat dan swasta. Namun kemampuan keuangan daerah yang terbatas memerlukan stimulan dari pemerintah pusat.

“Stimulan keuangan tersebut salah satunya dalam bidang infrastruktur. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa tahun lalu dalam pembangunan museum purbakala di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng,” papar Enthus didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Suspriyanti.

Kegiatan pencanangan gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona diikuti oleh jajaran muspika setempat, instansi terkait, para pelajar, Pramuka, kepala desa, warga serta pedagang di lingkungan objek wisata Guci. (s@n)

Sumber: Pemkab Tegal

Related posts

Leave a Comment